Sabtu, 03 Maret 2012

PENGGOLONGAN, PEMILIHAN DAN JENIS – JENIS METODE PENYULUHAN


A.Penggolongan Metode Penyuluhan Pertanian
Pernakah Anda bertanya dalam dirinya bahwa untuk mencapai suatu tujuanharus menggunakan ”cara atau alat”? Dan bagaimana pula efektivitas dan efisiensidari keberagaman cara atau alat tersebut?Untuk mempermudah mempelajari jenis-jenis metode penyuluhan pertanian,dilakukan penggolongan. Banyak cara untuk menggolongkan metode penyuluhanpertanian, antara lain:
1.       Penggolongan berdasarkan teknik komunikasi.
2.       Penggolongan berdasarkan jumlah sasaran.
3.       Penggolongan berdasarkan indera penerima.

1. Penggolongan Berdasarkan Teknik komunikasi
Berdasarkan teknik komunikasi, metode penyuluhan pertanian digolongkan menjadi
1)        komunikasi langsung (direct communication/face to face communication ),contohnya: obrolan di sawah, obrolan di balai desa, obrolan di rumah, telepon/HP,kursus tani, demonstrasi karyawisata, dan pameran; dan
2)        komunikasi tidaklangsung (inderect communication ), contohnya publikasi dalam bentuk cetakan,poster, siaran radio/TV, dan pertunjukan film. Jadi, dalam kegiatan komunikasi tidaklangsung, pesan disampaikan melalui perantara (medium atau media).


2. Penggolongan Berdasarkan Jumlah Sasaran
Berdasarkan jumlah sasaran yang dicapai, metode penyuluhan pertaniandigolongkan menjadi :
1)      pendekatan perorangan, contohnya: kunjungan rumah,kunjungan usaha tani, surat-menyurat, dan hubungan telepon;
2)      pendekatankelompok, contohnya: diskusi kelompok, demonstrasi (cara atau hasil), karyawisata,temu lapang, temu usaha, dan kursus tani;
3)      pendekatan massal, contohnya:pameran, pemutaran film, siaran pedesaan/TV, pemasangan poster, pemasanganspanduk, dan penyebaran bahan bacaan (folder, leaflet, liptan, brosur).


3. Penggolongan Berdasarkan Indera Penerima 
Berdasarkan indera penerima, metode penyuluhan pertanian dapat digolonganmenjadi
1)      yang diterima olej indera penglihatan, contohnya: poster, film, danpemutaran slide;
2)      yang diterima oleh indera pendengaran, contohnya: siaranTV/radio, pidato, ceramah, dan hubungan telepon;
3)      yang diterima oleh beberapindera, contohnya: demonstrasi (cara atau hasil), siaran TV/radio (interaktif), danpameran.


B. Pemilihan Metoda Penyuluhan Pertanian
 Tujuan memilih metode penyuluhan pertanian antara adalah:
1.       Agar penyuluh pertanian dapat menetapkan suatu metode atau kombinasi beberapametode yang tepat dan berhasil guna.
2.       Agar kegiatan penyuluhan pertanian yang dilaksanakan untuk menimbulkanperubahan yang dikehendaki, yaitu perubahan perilaku petani dan anggotakeluarganya dapat berdaya guna dan berhasil guna.Pada umumnya, seseorang belajar melalui indera. Indera ini merupakan pintugerbang masuknya ”stimulus” ke dalam diri seseorang yang belajar. Setiap inderaakan mempunyai pengaruh yang berbeda terhadap hasil belajar seseorang.

Seperti salah satu hasil penelitian yang dilakukan oleh Socony Vacuum Oil Co. DalamPadmowihardjo (2000:6) yaitu:
1.       melalui indera pengecap 1 persen,
2.       melalui inderaperaba 1,5 persen,
3.       melalui indera penciuman 3,5 persen,
4.       melalui indera pendengaran11 persen
5.       dan melalui indera penglihat 83 persen.

Sedangkan Hasmosoewignyo danGarnadi (1962) dalam Kartasapoetra (1991:60) menyatakan bahwa, hasilpenangkapan dari mendengar saja 10 persen, melihat saja 50 persen, melihat,mendengar dan mengerjakan sendiri (praktik) 90 persen. Jadi, dari fenomena tersebutdapat disimpulkan bahwa dalam kegiatan penyuluhan agar kegiatan tersebut berhasil,sebaiknya menggunakan lebih dari satu indera penerima.

Dalam mempelajari sesuatu seseorang akan mengalami suatu prosespenerapan (adoption ) yang merupakan proses mental yang dapat dilalui dalam limatahapan, yaitu:
1.       Tahap mengetahui dan menyadari (awarness ), dimana seseorang menyadariadanya sesuatu ide atau teknologi baru dan merasa tergugah untukmempelajarinya. Selanjutnya, ia mencoba mengembangkan ingatan ataupengetahuannya tentang ide atau teknologi baru tersebut.
2.       Tahap minat (interesting ), dimana seseorang yang sudah tergugah untukmempelajari tentang ide atau teknologi baru selanjutnya tumbuh minatnya, yaitu bertanya ke sana ke mari atau mengajukan respon, mengumpulkan keterangan-keterangan lebih lanjut dalam rangka mengembangkan pengertiannya.
3.       Tahap menilai (evaluation ), dimana seseorang yang telah tumbuh minatnya lalubertanya kepada dirinya sendiri dan melakukan penilaian secara subyektif tentanguntung atau ruginya kalau akan menerapkan ide atau teknologi baru yangdipelajarinya. Penilaian tersebut dia lakukan berdasarkan pengertian-pengertianyang diperolehnya dari tahap berikutnya.
4.       Tahap mencoba (trial ), dimana seseorang yang telah berhasil mencapai tahapmenilai, dan berkesimpulan bahwa ide atau teknologi baru yang dipelajarinyaternyata menguntungkan, maka akan mencoba menerapkan ide atau teknologibaru tersebut dalam skala kecil sehingga timbul keyakinannya karena telahmengalami sendiri.
5.       Tahap menerapkan (adoption ), dimana seseorang yang telah yakin akanmenerapkan ide atau teknologi baru yang dipelajarinya dalam praktik nyata ataudalam usaha skala yang sebenarnya.Kemampuan seseorang dalam mempelajari sesuatu berbeda-beda. Demikianpula tahap perkembangan mentalnya, keadaan lingkungan dan kesempatannya jugaberbeda-beda. Oleh karena itu, perlu dipilih metoda penyuluhan pertanian yangberdaya guna dan berhasil guna.

Dalam pemilihan metoda penyuluhan pertanian, pertimbangan-pertimbanganyang harus diambil didasarkan pada:
1.       Karakteristik sasaran
2.       Karakteristik penyuluh
3.       Karakteristik daerah
4.       Materi penyuluhan pertanian
5.       Sarana dan biaya
6.       Kebijaksanaan pemerintah


1. Karakteristk Sasaran
Agar pesan dapat sampai dengan baik kepada sasaran, maka perludiperhatikan kondisi sasaran. Karakteristik sasaran yang perlu dipertimbang-kandalam memilih metoda penyuluhan pertanian, antara lain:
1)      tingkat pengetahuan,
2)      sikap
3)      dan keterampilan sasaran, yaitu pengalaman bertani, pendidikan, dan tingkatadopsinya. Misalnya, apabila dalam suatu wilayah kerja penyuluhan terdapatsejumlah sasaran yang tingkat pendidikannya sangat rendah atau sebagian besar”buta huruf”, tentunya tidak dapat menggunakan penyebaran bahan bacaan tulisan.
 

Selain itu, pengalaman (pengetahuan) dalam kegiatan usaha tani yang sudah lamaakan berbeda dengan petani yang masih tergolong pemula, demikian pula dengantingkat adopsinya.
Dari tingkat penguasaan pengetahuan, sikap dan keterampilan sertapengalaman, yang dapat kita identifikasi ternyata sasaran berada pada tahapmenilai; ini berarti bahwa pendekatan yang kita harus gunakan adalah pendekatankelompok, dengan alternatif yang dapat dipilih antara lain, kombinasi antara kursustani, pemberian bahan bacaan, ceramah dan demonstrasi. Dapat pula dilakukandengan kegiatan karyawisata atau diskusi kelompok.Bagaimana kalau tingkat adopsi sasaran baru mencapai tahap ”sadar,” atausudah berada pada tahap ”mencoba”? Sebutkan pendekatan yang harusdigunakan.Jawaban Anda benar, jika Anda menjawab: pendekatan massal bagi sasaranyang masih berada pada tahap sadar dengan memilih metoda antara lainpertemuan umum, pemutaran film, dan siaran pedesaan/TV. Sedangkan bagisasaran yang sudah berada pada tahap mencoba, Anda benar jika memilih metodaantara lain kunjungan rumah dan usaha tani, hubungan telepon, demonstrasicara/hasil di lahan petani, dan korespondensi.Keadaan sosial budaya sasaran perlu pula dipertimbangkan dalam memilihmetoda penyuluhan pertanian.

Penyuluh pertanian harus mengetahui:
1)      nilai-nilaihidup yang dianut oleh sasaran,
2)      norma-norma sosial (usage, folkways, mores,dan customs ),
3)      stratifikasi masyarakat,
4)      status sosial, dan
5)      struktur kekuasaan.

Agar lebih jelasnya, hubungan tingkat adopsi dengan pendekatan danpenggunaan metoda penyuluhan pertanian, sebagaimana pada Gambar 1.




Metoda Penyuluhan Pertanian Jumlah Sasaran TahapanAdopsi
1. Rapat/pertemuan umum
2. Siaran pedesaan (radio/TV)
3. Pemutaran film
4. Penyebaran bahan bacaanSadar
5. Pemasangan poster/spandukMinat
1. Diskusi kelompok
2. Temu karya
3. DemonstrasiMenilai
4. Karyawisata
5. Temu-temu
6. Kursus tani
7. CeramahMencoba
 
Kelompok Massal
1. Kunjungan rumah
2. Kunjungan usaha taniMenerapkan
Perorangan
3. Hubungan telepon


Gambar 1 Hubungan tingkat adopsi dengan pendekatan dan penggunaan metodapenyuluhan pertanian,

2. Karakteristik Penyuluh
Sebagai mitra sasaran (petani), penyuluh pertanian sering disebut sebagai:fasilitator, dinamisator, organisator, katalisator, moderator dalam prosespembelajaran. Untuk dapat melakukan ini semua, penyuluh pertanian harusmemiliki kemampuan menggunakan metoda penyuluhan pertanian yangberdayaguna dan berhasilguna. Di samping itu, penyuluh pertanian juga harusmemiliki kemampuan penguasaan teknologi atau ide baru (inovasi) yang akandisuluhkan dalam arti pengetahuan, sikap dan keterampilan yang dimiliki perludipertimbangkan dalam memilih metode penyuluhan pertanian yang tepat.Saat ini, berdasarkan Peraturan Menteri PAN Nomor :PER/02/MENPAN/2/2008, penyuluh pertanian terbagi dua yaitu: Penyuluh Ahli dan Penyuluh Terampil. Kriteria ini, disesuaikan dengan pangkat/jabatan dan beban tugas yang akan diemban oleh penyuluh pertanian.

3. Karakteristik Daerah
Karakteristik daerah yang perlu dipertimbangkan adalah keadaan musim(agroklimat), keadaan usaha tani, dan keadaan lapangan. Keadaan musim akanberpengaruh terhadap metoda penyuluhan pertanian yang digunakan. Misalnya,pada musim kemarau yang panas sekali dan tidak ada penanaman di lapagan, kitatidak dapat melakukan kegiatan demonstrasi di lapangan, tapi sebaiknya dilakukandi rumah petani.

Sebaliknya pada musim penghujan di beberapa daerah lebihbanyak kegiatan di lapangan. Jadi pemilihan metoda penyuluhan pertanian harusdisesuaikan dengan kondisi tersebut.Keadaan usaha tani di suatu daerah akan turut mempengaruhi penetapanmetoda penyuluhan pertanian. Misalnya penyuluhan pada waktu pengolahan lahanakan berlainan dengan penyuluhan pada saat panen dan pasca panen.

Metoda penyuluhan pertanian hendaknya dipilih sesuai dengan tahapan perkembanganusaha tani yang berada dalam rentang waktu siklus usaha tani.Keadaan lapangan juga perlu dipertimbangkan, misalnya dalam strukturwilayah perdesaan ada yang pemukimananya tersebar dan ada yang terpusat. Adayang mudah diakses dengan menggunakan kendaraan roda dua atau roda empat,dan ada yang hanya dapat ditempuh dengan berjalan kaki sehingga mobilitasnyasangat sulit. Selain itu, keadaan topografi (berbukit atau pegunungan).

4. Materi Penyuluhan
Materi penyuluhan sangat menentukan terhadap jenis metoda penyuluhanpertanian yang akan digunakan. Misalnya, penyuluhan tentang intensifikasipemanfaatan lahan pertanian sangat berbeda dengan penyuluhan intensifikasiayam buras, intensifikasi ternak potong, intensifikasi kedele atau intensifikasi padi(inivasi teknis). Berlainan pula dengan materi pembentukan poktan dan gapoktan(menyangkut inovasi sosial) serta penyuluhan tentang perkreditan dan kontrak kerja(inovasi ekonomi).

5. Sarana dan Biaya
Pertimbangan sarana dan biaya didasarkan atas bagaimana ketersediaanyasarana yang akan digunakan sebagai alat bantu dan alat peraga penyuluhanpertanian. Sebagai contoh, disuatu daerah yang tidak ada listrik, tentunya sulitmelakukan penyuluhan dengan menggunakan OHP (over head projector ) atau menggunakan LCD/Komputer dan pemutaran film; kecuali jika disediakan generatorlistrik.Biaya diperlukan untuk mendanai kegiatan, misalnya dari segi efisiensinya;kursus tani lebih mahal daripada pertemuan umum, namun lebih murah daripadamelakukan kunjungan rumah atau usaha tani. Jadi ketersediaan biaya akan sangatmenentukan alternatif kombinasi pemilihan metoda penyuluhan pertanian.

6. Kebijaksanaan Pemerintah
Penyuluhan pertanian adalah bagian dari pembangunan pertanian, danpembangunan pertanian merupakan bagian dari pembangunan nasional yangdilaksanakan pemerintah bersama-sama dengan seluruh rakyat Indonesia.
Dengandemikian, kegiatan penyuluhan pertanian harus sesuai dengan kebijaksanaanpemerintah baik pemerintah pusat maupun daerah. Misalnya, pada tahun 1997digalakkan program pemerintah tentang ketahanan pangan, dan tahun 2007 kitaharus mengawal kebijakan pemerintah untuk mencapai peningkatan 2 juta tonberas. Artinya, gerakan tersebut dapat dengan cepat dilakukan oleh masyarakatsasaran dengan dukungan dari aparat terkait di semua tingkatan.

C. Jenis-jenis Metode Penyuluhan Pertanian
 Jenis-jenis metode penyuluhan pertanian yang dapat dilakukan dalam kegiatanpenyuluhan kepada sasaran dapat digunakan berbagai jenis metode penyuluhanpertanian, yang disesuaikan dengan pendekatan yang digunakan, sebagaimana yangterdapat pada Gambar 2
 

Metoda Penyuluhan Pertanian Jumlah Sasaran
1.       Rapat/pertemuan umum
2.       Siaran pedesaan (radio/TV)
3.       Pemutaran film
4.       Penyebaran bahan bacaan
5.       Pemasangan poster/spanduk
1. Diskusi kelompok
2. Temu karya
3. Demonstrasi
4. Karyawisata
5. Temu-temu
6.       Kursus tani
7.       Ceramah
8.       Kunjungan rumah
9.       Kunjungan usaha tani
10.   Hubungan telepon
11.   Korespondensi

Gambar 2. Jenis-jenis metoda penyuluhan pertanian berdasarkan jumlahsasaran yang dapat dicapai
Per-orang


Kelompok Massal
D. Rangkuman
Penggolongkan metode penyuluhan pertanian, berdasarkan antara lain:
a. teknik komunikasi.
b. jumlah sasaran.
c. indera penerimaPemilihan metode penyuluhan berdasarkan pertimbangan:
a. Karakteristik sasaran
b. Karakteristik penyuluh
c. Karakteristik daerah
d. Materi penyuluhan pertanian
e. Sarana dan biaya
f. Kebijaksanaan pemerintah
 



Sumber referensi:       
Kementerian Pertanianbadan,  Pengembangan Sdm Pertanian sekolah Tinggi Penyuluhan Pertanian

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar